Objek Pariwisata Pandeglang Kembali di Tutup, Masyarakat Bisa Ajukan Class Action?

Read Time:1 Minute, 41 Second

Thejavatimes, Pandeglang- Seperti yang telah dilansir di berbagai media tertanggal 20/05/2020 lalu, dinas pariwisata kabupaten Pandeglang melalui surat edaran bernomor: 556/135-Dispar/2020 tentang himbauan kunjungan wisatawan yang berisi berbagai protokol terkait pencegahan Covid-19 pada lingkungan destinasi wisata.

Surat edaran tersebut telah ditanggapi masyarakat dan pengusaha wisata sebagai pembukaan objek wisata, yang pada maret lalu telah dilakukan penutupan oleh dinas pariwisata kabupaten Pandeglang.

Sontak hal tersebut membuat gembira para pengusaha dan masyarakat pariwisata, mereka bersiap-siap untuk membuka objek wisata dan mengisi berbagai stok kebutuhan berdagang lainnya, mengingat akan menghadapi masa ramai idul fitri.

Namun belum sempat masyarakat dan pengelola objek wisata membuka kembali objek wisatanya, Dinas Pariwisata kembali menutup destinasi wisata dengan surat edaran bernomor: 556/136-Dispar/2020 tentang pembatalan pembukaan destinasi wisata, dimana surat edaran penutupan tersebut mengacu pada edaran Bupati Pandeglang bernomor: 443.2/665-bag.kesra/2020 tentang tindak lanjut pencegahan penyebaran Covid-19.

Sudah barang tentu penutupan tersebut berakibat pada kekecewaan masyarakat, mengingat surat edaran pembatalan pembukaan destinasi wisata tersebut diterbitkan bertepatan dengan hari raya idul fitri 24/05/2020 pada saat bersamaan masyarakat dan pengusaha wisata sudah siap menyambut wisatawan.

Menurut Ade Ervin (Salah satu praktisi pariwisata yang sekaligus Ketua Badan Keselamatan Pariwisata, BALAWISATA).

“masyarakat dan pengusaha wisata bisa mengajukan Class Action kepada pemerintah, khususnya dinas pariwisata Pandeglang, mengingat landasan Class Action tersebut adalah kerugian yang ditimbulkan dari sebuah informasi yang disampaikan”, Ujarnya.

pada posisi ini masyarakat merasa dirugikan karena sebelumnya disampaikan destinasi wisata dibuka dengan protocol, otomatis masyarakat kecil dan pengusaha wisata mereka melakukan persiapan, ada yang stok emping, pisang, kelapa muda, dan aneka makanan-minuman lainnya.

Belum lagi pengelola objek rekreasi keluarga, mereka menyiapkan peralatan pelindung seperti APD, termoscan, dan lainnya, untuk digunakan menyambut wisatawan.

“Dalam hal ini pemerintah harus berhitung ulang dan memikirkan bagaimana nasib mereka, ini jelas masyarakat sedang sakit akibat perekonomian terpuruk dampak Covid-19, punya  sedikit sisa tabungan dibuat belanja persiapan akhirnya harus hilang dan terbuang, bayangkan mereka para penjual makanan misalkan kalau tidak terjual ya di buang”, imbuh Ervin. (RIKI)

1 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lowongan Kerja Rajawali TV Terbaru

Thejavatimes, Jakarta- Jika kalian sedang mencari info lowongan kerja, saat ini RTV (PT. Metropolitan Televisindo) sedang membuka kesempatan karir untuk posisi dan kualifikasi tertera dibawah ini. Sebelum melamar pastikan kalian sudah membaca syarat dan ketentuan pada lowongan agar peluang diterima kerja lebih besar. RTV adalah stasiun televisi nasional yang mengedepankan […]

Kirim Berita

085216456421