Australia Akan Evakuasi 200 Warganya dari Kapal Pesiar Jepang yang Dikarantina

Phosphorus
Read Time:1 Minute, 25 Second

Thejavatimes- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada Senin (17/2) menyampaikan pihaknya akan mengevakuasi lebih dari 200 warganya yang berada di atas kapal pesiar Jepang yang saat ini sedang dikarantina karena virus corona atau Covid-19.

Morrison mengatakan, para penumpang akan dibawa ke Australia utara yang tropis, di mana mereka akan kembali dikarantina selama 14 hari. Demikian dikutip dari Alarabiya, Senin (17/2).

Kapal pesiar Diamond Princess milik Carnival Corp, telah dikarantina sejak tiba di Yokohama pada 3 Februari, setelah seorang pria yang turun di Hong Kong sebelum melakukan perjalanan ke Jepang didiagnosis mengidap virus tersebut.

Amerika Serikat (AS) juga akan mengevakuasi warga negaranya yang berada dalam kapal pesiar Diamond Princess, lantaran sebagian terjangkit virus corona (Covid-19). Langkah serupa juga diambil pemerintah Kanada yang sudah menyewa pesawat untuk mengevakuasi para warganya dari kapal pesiar tersebut. Namun, warga Kanada yang menunjukkan gejala tertular virus corona tidak akan akan diperbolehkan masuk ke pesawat tersebut.

Mereka akan dipindahkan ke fasilitas sistem layanan kesehatan Jepang untuk mendapatkan perawatan yang memadai, kata pemerintah Kanada dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan, setelah tiba di Kanada, para penumpang akan menjalani masa karantina selama 14 hari.

Jumlah Kematian Meningkat
Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin pagi mengumumkan jumlah kematian terbaru akibat Covid-19 di China daratan mencapai angka 1.770. Data ini dikumpulkan sampai Minggu dini hari, bertambah 105 kasus kematian baru dari hari sebelumnya.

Sediktinya 100 kematian baru berasal dari Provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah.

Di seluruh China, ada 2.048 infeksi baru yang terkonfirmasi, sebanyak 1.933 di Hubei, sehingga total keseluruhan mencapai angka 70.548.

Pada Senin, Hubei mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencoba menghentikan wabah, memerintahkan kota-kotanya untuk menutup jalan untuk semua kendaraan pribadi.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPR: PP Bisa Ubah UU di Omnibus Law, Mungkin Salah Ketik

Jakarta- Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai, peraturan pemerintah tidak bisa mengubah undang-undang. Hal itu menanggapi pasal 170 Omnibus Law Cipta Kerja yang membuat kewenangan agar peraturan pemerintah bisa mengubah undang-undang. Azis menegaskan, secara hukum normatif tidak bisa peraturan pemerintah mengubah undang-undang. “Wah nggak bisa ini. Nggak bisa. Secara hukum […]

Kirim Berita

085216456421